Tampilkan postingan dengan label Teknik Jaringan dan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Jaringan dan Komputer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2010

TEKNOLOGI JARINGAN KOMPUTER

KUMPULAN MATERI TEKNOLOGI JARINGAN KOMPUTER

PERTEMUAN 9. KONSEP SUBNETTING
PERTEMUAN10. Subnetting dan Implementasinya
PERTEMUAN 11. VLSM + Configurasi Router
PERTEMUAN 12. Quiz
PERTEMUAN 13. STATIC ROUTING
PERTEMUAN 14. latihan STATIC ROUTING
PERTEMUAN 15. DYNAMIC ROUTING
PERTEMUAN 16. UJIAN AHIR

DOWNLOAD SEMUA MATERI DISINI OKE
KLIK GAMBAR NYA

DYNAMIC ROUTING

DYNAMIC ROUTING
Teknologi Jaringan Komputer
Pertemuan Ke – 14 by: Ahmad Luthfi, M.Kom.

Secara otomatis router membangun jalur routingnya, dengan cara bertukar informasi antar router, Kategori algoritma dinamik adalah Distance Vector, Link State danHybrid

Distance Vector
  • Router mendapatkan informasi dari router yang berhubungan dgn dia secara langsung tentang keadaan jaringan router tersebut.
  • Berdasarkan informasi tetangga tersebut mengolah tabel routing
  • Informasi yang dihasilkan adalah jumlah jarak/hop yang dipakai untuk mencapai suatu jaringan
Download materi lengkapnya DYNAMIC ROUTING

Senin, 22 Februari 2010

STATIC ROUTER

STATIC ROUTING

Teknologi Jaringan Komputer, Pertemuan Ke – 13 Prepared by: Ahmad Luthfi

Tanggal 22 Februari 2010

PENGANTAR

· Fungsi utama dari layer network adalah pengalamatan dan routing.

· Routing merupakan fungsi yang bertanggung jawab membawa data melewati sekumpulan jaringan dengan cara memilih jalur terbaik untuk dilewati data

· Tugas Routing akan dilakukan device jaringan yang disebut sebagai Router

CARA MEMBANGUN TABEL ROUTING

Dua cara membangun tabel Routing :

1. Static Routing

· Dibangun berdasarkan definisi dari administrator

· Administrator harus cermat, satu saja tabel routing salah jaringan tidak terkoneksi

2. Dynamic Routing

· Secara otomatis router jalur routingnya, dengan cara bertukar informasi antar router menggunakan protokol TFTP

· Kategori algoritma dinamik :

a) Distance Vector

b) Link State

c) Hybrid

KARAKTERISTIK STATIC ROUTING

Merupakan sebuah mekanisme pengisian tabel routing yg dilakukan oleh admin secara manual pd tiap2 router

Keuntungannya:

1. Meringankan kerja prosesor yg ada pd router

2. Tdk ada BW yg digunakan utk pertukaran informasi isi tabel routing antar router

3. Tingkat keamanan lebih tinggi vs mekanisme lainnya

Kekurangannya:

1. Admin hrs mengetahui informasi tiap2 router yg terhubung jaringan

2. Jika terdpt penambahan/perubahan topologi jaringan admin hrs mengubah isi tabel routing

3. Tdk cocok utk jaringan yg besar

ROUTING PADA CISCO ROUTER

· Dalam Cisco Router, static routing secara default sudah dalam posisi enable, jadi jika ingin membuat IP static routing cukup dengan mengetikkan perintah:

· Router(config)#ip route <network destination id> <subnet mask> <default gateway> <administrative distance>

· Apa itu <network destination id> adalah alamat jaringan yg dituju

· Apa itu <subnet mask> adalah subnet mask dari jaringan yg dituju

· Apa itu <default gateway> adalah IP address Gateway, biasanya IP address router yg berhubungan langsung.

· Apa itu <administrative distance> ??? adalah nilai 0-255 yg diberikan pada routing. Bertambah rendah nilai yg diberikan bertambah tinggi kegunaannya. Jika tidak diberikan, nilai default akan dipakai. Nilai default untuk directly connected (C) =0 dan statically connected (S) =1.

Contoh :

Router0(config)# ip route 192.168.12.0 255.255.255.0 202.200.100.2

a. Supaya router bisa melayani permintaan untuk meneruskan pengiriman data, maka router harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan data ini harus saya kirim ke jaringan yang mana?

b. Tabel yang dipunyai oleh router disebut sebagai tabel routing yang berisi NETID dan Default gatewaynya.


Berdasarkan gambar diatas adalah skenario pengiriman data dari komputer 192.168.1.5 ke komputer 192.168.2.36 :

  1. Komputer 192.168.1.5 ingin mengirim data ke 192.168.2.36, menyadari bahwa alamat tujuan tidak berada di jaringan lokal, maka komputer mencari daftar “default gateway” pada property TCP/IP yaitu 192.168.1.13. Paket data kemudian dikirim ke Gateway tersebut.
  2. Pada komputer 192.168.1.13 paket data tersebut kembali diperiksa, dan ditemukan pada tabel routing bahwa paket tersebut dapat dikirim ke jaringan 192.168.2 lewat IP 192.168.2.43
  3. Via IP 192.168.2.43 akhirnya data dapat ditransmisi ke tujuan yaitu 192.168.2.36

STUDI KASUS

terdapat 3 router yg menghubungkan 4 IP Network yg berbeda, dimana masing-masing PC client harus dapat berkomunikasi satu dengan lainnya. Bagaimana konfigurasi didalamnya? supaya semua PC bisa terhubung satu dengan lainnya?


IP Route

Jakarta(config-if)#ip route 192.168.13.0 255.255.255.0 202.200.100.2

Jakarta(config)#ip route 192.168.12.0 255.255.255.0 202.200.100.2

Jakarta(config)#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 202.200.200.2

Jakarta(config)#ip route 192.168.11.0 255.255.255.0 202.200.200.2

Jakarta(config)#line con 0

Jakarta(config-line)#line vty 0 4

Jakarta(config-line)#login

Jakarta(config-line)#end

Bandung(config)#ip route 202.200.100.0 255.255.255.252 202.200.200.1

Bandung(config)#ip route 192.168.13.0 255.255.255.0 202.200.100.2

Bandung(config)#ip route 192.168.12.0 255.255.255.0 202.200.100.2

Bandung(config)#line con 0

Bandung(config-line)#line vty 0 4

Bandung(config-line)#login

Bogor(config-line)#end

Bogor(config-if)#ip route 202.200.200.0 255.255.255.252 202.200.100.1

Bogor(config)#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 202.200.200.2

Bogor(config)#ip route 192.168.11.0 255.255.255.0 202.200.200.2

Bogor(config)#line con 0

Bogor(config-line)#line vty 0 4

Bogor(config-line)#login

Bogor(config-line)#end

KONFIG SWITCH

Switch>

Switch>

Switch>ena

Switch#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#int vlan1

Switch(config-if)#ip add 192.168.12.2 255.255.255.0

Switch(config-if)#no shut

KONFIGURASI ROUTER

Router#ena

Router#config t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#hostname bandung

bandung(config)#int fa0/0

bandung(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0

bandung(config-if)#no shut

bandung(config-if)#int fa0/1

bandung(config-if)#ip add 192.168.11.1 255.255.255.0

bandung(config-if)#no shut

bandung(config-if)#int serial0/0/0

bandung(config-if)#ip add 202.200.200.1 255.255.255.252

bandung(config-if)#clock rate 64000

bandung(config-if)#no shut

Kamis, 11 Februari 2010

Tugas pak Luthfie

Gimana teman-teman mti c2 dah selesai tugas dari pak luthfie aku sampe jam 2 semalem ngerjainnya, gak ketemu mulu, walau sudah biru semua paket gagal dikirimkan kecuali dari sidney ke darwin

ketika kondigurasi router cli dilakukan selalu muncul pesan
201.100.11.0 overlaps with Serial0/1/1

kalo di konfig

aku sendiri bingung juga akhirnya aku insiatif sendiri mengubah ip Address pada setiap routernya mirip apa yang dilakukan oleh mas molavi arman. hehe namun kamu jangan kawatir aku akan posting hasil karya anak MTI C2

Karya mas MOLAVI ARMAN

NAH INI DIA KARYA SAYA

semoga walau cendrung "macak-macak, macak dewek" pak luthfie gak marah karena Ip address di acak-acak gak sesuai soal, tapi yang penting semua paket terkirim
sidney ---------------darwin==============terkirim
sidney---------------perth================terkirim
perth----------------darwin===============terkirim
perth----------------sidney===============terkirim
darwin--------------sidney===============terkirim
darwin--------------perth================terkirim

semoga kawan-kawan dapatlebih pintar dengan dengan 2 refrensi ini amin..

Pr Pak Lutfhie

Rabu, 10 Februari 2010

VLSM

VARIABLE LENGTH SUBNET MASK (VLSM)

Pertemuan Ke – 10
Prepared By: Ahmad Luthfi, M.Kom.

KONSEP SUBNETTING
Subnet adalah salah satu cara untuk memecah jaringan komputer menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dibawahnya. Tujuan pemecahan ini adalah untuk menghindar Collision dan mengantisipasi keterbatasan IP Address. Konsep subnetting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak subnet. .

CONTOH:
Diberikan Class C network 204.24.93.0/24, ingin di subnet dengan kebutuhan berdasarkan jumlah host:
1. Net A = 14 hosts,
2. Net B = 28 hosts,
3. Net C = 2 hosts,
4. Net D = 7 hosts,
5. Net E = 28 hosts
JAWABAN
Secara keseluruhan terlihat untuk melakukan hal tersebut di butuhkan 28 host terbanyak yaitu 32 host (/27). (32 – 2 = 30 Host)
1. Net A (14 hosts): 204.24.93.0/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 16 hosts
2. Net B (28 hosts): 204.24.93.32/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 2 hosts
3. Net C ( 2 hosts): 204.24.93.64/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 28 hosts
4. Net D ( 7 hosts): 204.24.93.96/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 23 hosts
5. Net E (28 hosts): 204.24.93.128/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 2 hosts
Jumlah hosts yang tidak terpakai adalah (16+2+28+23+2) = 71 Hosts
Dengan demikian terlihat adanya IP address yang tidak terpakai dalam jumlah yang cukup besar.

Hal ini mungkin tidak akan menjadi masalah pada IP Private akan tetapi jika ini di alokasikan pada IP Public(seperti contoh ini) maka terjadi pemborosan dalam pengalokasian IP Public tersebut

Solusi
1. Untuk mengatasi hal ini (efisiensi) dapat digunakan metoda VLSM, yaitu dengan cara sebagai berikut:
2. Buat urutan berdasarkan penggunaan jumlah host terbanyak (14,28,2,7,28 menjadi 28,28,14,7,2).
3. Tentukan blok subnet berdasarkan kebutuhan host:
• 28 hosts + 1 network + 1 broadcast = 30 –> menjadi 32 ip (/27 )
• 14 hosts + 1 network + 1 broadcast = 16 –> menjadi 16 ip (/28 )
• 7 hosts + 1 network + 1 broadcast = 9 –> menjadi 16 ip (/28)
• 2 hosts + 1 network + 1 broadcast = 4 –> menjadi 4 ip (/30 )

Sehingga blok subnet-nya menjadi:
1. Net B (28 hosts): 204.24.93.0/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 2 hosts
2. Net E (28 hosts): 204.24.93.32/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 2 hosts
3. Net A (14 hosts): 204.24.93.64/28 => ada 14 hosts; tidak terpakai 0 hosts
4. Net D ( 7 hosts): 204.24.93.80/28 => ada 14 hosts; tidak terpakai 7 hosts
5. Net C ( 2 hosts): 204.24.93.96/30 => ada 2 hosts; tidak terpakai 0 hosts

Jumlah hosts yang tidak terpakai setelah proses VLSM adalah (2+2+0+7+0) = 11 Hosts
Efisiensi yang dihasilkan adalah 71 – 11 = 60 Hosts




Soal Latihan
Pada suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain :
1. Departemen A = 100 host
2. Departemen B = 57 host
3. Departemen C = 325 host
4. Departemen D = 9 host
5. Departemen E = 500 host
6. Departemen F = 25 host
IP Address yang diberikan dari ISP adalah 160.100.0.0/16

Jawaban

Secara keseluruhan dibutuhkan 500 Hosts yaitu 500 terbanyak (512 /23) (512-2 = 510 hosts)
1. Departemen A = 100 hosts : 160.100.0.0/23 ada 510 host tidak terpakai 410 hosts
2. Departemen B = 57 hosts : 160.100.0.32/23 ada 510 host tidak terpakai 453 hosts
3. Departemen C = 325 hosts : 160.100.0.64/23 ada 510 host tidak terpakai 185 hosts
4. Departemen D = 9 hosts : 160.100.0.96/23 ada 510 host tidak terpakai 501 hosts
5. Departemen E = 500 hosts : 160.100.0.128/23 ada 510 host tidak terpakai 10 hosts
6. Departemen F = 25 hosts : 160.100.0.160/23 ada 510 host tidak terpakai 2485 hosts
Jumlah hosts yang tidak terpakai adalah 2044 hosts
Efisiensi dengan VLSM
1. Urutan jumlah host terbanyak
(100, 57, 325, 9, 500, 25 menjadi 500, 325, 100, 57, 25, 9)
2. Blok subnet berdasarkan kebutuhan Host
500 host +1 network +1 broadcast =502 –> menjadi 512 ip (/23 )
325 host +1 network +1 broadcast =327 –> menjadi 512 ip (/23 )
100 host +1 network +1 broadcast =102 –> menjadi 128 ip (/25 )
57 host + 1 network + 1 broadcast = 59 –> menjadi 64 ip (/26 )
25 host + 1 network + 1 broadcast = 27 –> menjadi 32 ip (/27 )
9 host + 1 network + 1 broadcast = 11 –> menjadi 16 ip (/28 )
3. Sehingga blok subnet-nya menjadi:
• Departemen E = 500 hosts ada 510 host tidak terpakai 10 hosts
• Departemen C = 325 hosts ada 510 host tidak terpakai 185 hosts
• Departemen A = 100 hosts ada 126 host tidak terpakai 26 hosts
• Departemen B = 57 hosts ada 62 host tidak terpakai 5 hosts
• Departemen F = 25 hosts ada 30 host tidak terpakai 5 hosts
• Departemen D = 9 hosts ada 14 host tidak terpakai 5 hosts

Jumlah hosts yang tidak terpakai setelah proses VLSM adalah (10+185+26+5+5+5) = 236 Hosts
Efisiensi yang dihasilkan adalah 2044 – 236 = 1088 Hosts

Selasa, 09 Februari 2010

SUBNETTING

Bahan Kuliah Subnetting

Kuliah Teknologi jaringan Komputer dan jaringan Selasa 9 Februari 2009
Materi
Powerpointnya
Pertemuan 9
Microsoft Word nya
9. konsep Subneting
10.Subnetting dan implementasinya

Latihan Soalnya


Bahan Kuliah hari ini download ya
Konfigurasi Router

Senin, 11 Januari 2010

Bahan Kuliah Pak M. IZMAN HERDIANYSAH, ST., MM., PhD.



ebook ini dapat di download ya semoga dapat menjadi reprensi kita semua, karena buku ini berbayar sebaiknya aku kirim via millis aza ya ambek amannyo oce.